Aksi Damai BEM SI Berlangsung Kondusif

 

Aksi demonstrasi "Selamatkan Indonesia" di depan Gedung DPR RI (04/09/2025)/Foto: Debby Alifah Maulida

NEWS - Aksi damai bertajuk “Selamatkan Indonesia” telah berlangsung di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis (04/09/2025). Aksi ini diinisiasi dan dihadiri oleh BEM Seluruh Indonesia (BEM SI). 

Aksi damai ini dipicu oleh kerusuhan yang terjadi pada aksi 29 - 31 Agustus 2025. Selain itu, tindak represif dan penangkapan sejumlah massa aksi juga melatarbelakangi aksi damai tersebut. 

Kedatangan massa aksi dimulai pukul 16.30 WIB. Terdapat 13 tuntutan yang dibawa. Berikut sejumlah tuntutan yang disampaikan oleh BEM SI.

  1. Turunkan tunjangan DPR
  2. Sahkan RUU Perampasan Aset
  3. Reformasi total Polri dan DPR
  4. Bebaskan massa aksi yang ditahan
  5. Hentikan tindak represif aparat
  6. Evaluasi total Kabinet Merah Putih
  7. Reformasi Undang-Undang Peradilan Militer
  8. RUU KUHAP berpihak pada rakyat
  9. Adili aparat pembunuh rakyat
  10. Tuntut 19 juta lapangan kerja
  11. Sejahterakan guru dan dosen
  12. Tolak 5 Batalion dan Peradilan Militer di UNRI
  13. Tolak Dwi fungsi jabatan di Pemerintahan

Tuntutan-tuntutan tersebut disampaikan oleh sejumlah perwakilan kampus. Salah satunya Muzammil Ihsan, Mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang merupakan Koordinator Pusat BEM SI. 

“Kita ingin sebenarnya satu, dibebaskan kawan-kawan kami karena perilaku mereka itu bukan perilaku kriminal. Perilaku mereka bukan orang-orang yang menggerogoti APBN-APBN negara. Mereka bukan tikus-tikus yang menggerogoti APBN,” ujar Muzammil. 


Muzammil menyoroti penangkapan yang dilakukan oleh aparat terhadap sejumlah massa aksi yang ditangkap. Ia menegaskan, massa aksi turun ke jalan membawa tuntutan rakyat bukan sebagai dan tak layak untuk dikriminalisasikan. 


Ia juga menyoroti perihal tunjangan DPR yang dinilai tidak sepadan dengan kinerjanya. Menurut Muzammil, DPR seharusnya lebih memfokuskan untuk menciptakan kebijakan yang memajukan negara. 


“Kita sepakat bahwasannya fokus elit-elit politik ini untuk membesarkan negara kita, untuk memajukan negara kita, dan menyelamatkan negara kita,” tutur Muzammil. 


Selain Muzammil, Ketua BEM PNJ Ningrum Mauris juga berpendapat sama. Ia menyampaikan momen ini adalah refleksi bagi masyarakat Indonesia, khususnya dalam memilih pemimpin yang lebih bertanggungjawab. 


“Mari sama-sama kita berefleksi, berefleksi untuk kita mempergunakan suara kita di pemilu 2029 dengan benar, dengan teliti, dengan adil, sehingga Indonesia bisa selamat, Indonesia bisa mencapai Indonesia emas 2025,” tegas Mauris. 


Usai menyampaikan orasi, para perwakilan kampus kemudian melakukan aksi simbolik. Aksi simbolik ini diwarnai dengan menyalakan lilin dan menabur bunga di depan Gedung DPR. Terlihat juga karangan bunga bertuliskan “Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia”.


Setelah aksi simbolik berlangsung, mahasiswa perlahan membubarkan diri dengan tertib. Tidak ada kerusuhan atau bentrok dengan aparat. Pukul 18.00 WIB Gedung DPR mulai kosong, aksi damai oleh BEM SI berlangsung dengan kondusif. 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama