![]() |
| Foto: Freepik.com |
Kalutku dalam amukan ombak sang biru
Namun tak apa, sebab pelabuhanku hanya akan terdampar pada dermagamu
Pantai, pulau, terlampaui sudah, tapi dermaga milikmu lah pemberhentian terakhirku
Mendekap tuan kiranya memang khayalku
Namun juga ketidakberdayaan yang indah disyukuri walau pilu
Alasan hatiku menggebu tanpa ragu?
Ya hanya tuan, hanya tuan yang mampu
Aku tak peduli meski ramai dan gaduh
Aku tak peduli bising dan sesaknya tempatku berlabuh
Asal itu tepat di dermagamu akan kutuju sejauh angin beriuh
Duka bersenandung asmara yang mendayu
Selalu tuan yang pantas mengukirnya seajaib itu
Lekang oleh ruang dan waktu
#POEM
Tags
Poem
