![]() |
| Koordinator Pusat BEM SI Muzammil Ihsan, ketika diwawancarai pada aksi damai (04/09/2025)/Foto: Debby Alifah Maulida |
NEWS - Koordinator Pusat BEM SI Muzammil Ihsan menegaskan pembakaran fasilitas umum bukan diinisiasi oleh mahasiswa. Sebelumnya, pada Jumat (29/08/2025), sejumlah fasilitas umum terbakar pada saat demonstrasi berlangsung. Aksi tersebut dipicu oleh meninggal salah satu pengemudi Ojol Affan Kurniawan pada Kamis (28/08/2025).
“Kita sebagai mahasiswa secara tegas menegaskan bahwasanya aksi aksi yang pembakaran segala macam itu bukan dilakukan oleh mahasiswa, bukan dilakukan oleh masyarakat yang secara tulus memperjuangkan rakyat, yang tulus memperjuangkan aspirasi,” ujar Muzammil ketika diwawancarai The Public Voz pada saat Aksi Damai (04/09/2025).
Muzammil menyatakan aksi pembakaran fasilitas umum bukan hal yang benar. Namun, ia menyayangkan pemerintah yang menyebut massa aksi “Makar”. Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih fokus untuk menyelesaikan isu-isu yang menjadi tuntutan masyarakat.
Penyebutan “Makar” terhadap massa aksi dianggap sebagai tindakan yang menakut-nakuti masyarakat. Muzammil menilai, lebih banyak persoalan yang harus diselesaikan dibanding menuduh-nuduh rakyat.
Mahasiswa Universitas Sumatera Utara tersebut menyadari merubah kebijakan memang butuh pertimbangan yang matang. Namun,ia berharap tuntutan-tuntutan rakyat dapat segera dibicarakan dan prosesnya terbuka.
“Kita ingin mendengar dari DPR bahwasanya inilah tuntutan kita. Tolong dibicarakan secara terbuka kepada rakyat Indonesia bahwasanya tuntutan-tuntutan kemarin itu dibicarakan dan dipertimbangkan oleh mereka yang mewakili rakyatnya katanya,” pungkas Muzammil.
Selain itu, Muzammil juga menyoroti sejumlah anggota DPR yang diisukan masih menerima gaji meskipun sudah dinonaktifkan. Ia meminta sejumlah anggota DPR yang dinonaktifkan segera dipecat.
“Maka yang kita minta adalah mereka ini dipecat, kita meminta partai politik merekomendasikan kepada DPR untuk digantikan melalui proses PAW atau Pergantian Antar Waktu sehingga kita melakukan reformasi pembaruan-pembaruan DPR yang benar-benar menyuarakan aspirasi rakyat ke bawah,” jelas Muzammil.
Muzammil menegaskan, pemicu dari kerusuhan yang terjadi beberapa hari sebelumnya dipicu oleh tindakan sejumlah anggota DPR yang melanggar aturan. Komunikasi hingga kinerja yang buruk membuat masyarakat marah dan kecewa. Muzammil berharap DPR dapat melakukan reformasi secara menyeluruh.
