Demonstrasi Berujung Ricuh, Massa Aksi Dipukul Mundur Dengan Gas Air Mata


Situasi usai aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI (28/08/2025)/Foto: Debby Alifah Maulida

NEWS - Aksi demonstrasi telah berlangsung di depan Gedung DPR pada Kamis (28/08/2025). Aksi ini semula dihadiri oleh para buruh. Kemudian, menjelang sore hari mahasiswa mulai memadati Gedung DPR. 

Terdapat 11 tuntutan yang dibawa oleh mahasiswa, di antaranya sebagai berikut. 

  1. Sahkan RUU Perampasan Aset
  2. Hapuskan korupsi, kolusi, dan nepotisme
  3. Tolak RUU KUHAP
  4. Tolak kenaikan anggaran DPR
  5. Tolak pernyataan sesat Fadli Zon
  6. Gratiskan Pendidikan
  7. Tolak RUU Penyiaran
  8. Tolak kenaikan PBB
  9. Tolak penulisan ulang sejarah
  10. Tolak Perampasan tanah adat
  11. Tolak militerisme dan dwifungsi TNI/Polri

Tuntutan ini disampaikan oleh Ketua Senat Fakultas Hukum Universitas Pancasila Ari. Ari menilai pemerintah masih kurang transparan dalam mengesahkan kebijakan atau undang-undang. Selain itu, Ari juga menyoroti nasib kaum buruh.


“Menurut saya secara pribadi sangat tidak sepakat mengenai kebijakan untuk buruh. Karena kita tahu yang merawat negeri ini pasti para buruh pastinya, untuk negara ini tetap maju kan seperti itu,” ujar Ari, ketika diwawancarai The Public Voz.


Ari menyayangkan ketidakpekaan pemerintah terhadap kaum buruh. Ari menilai, kesejahteraan buruh seharusnya masih dapat dioptimalkan. 


Menurut Ari, kesejahteraan buruh mencerminkan kemajuan negara. Suara-suara buruh yang didengar dan dipertimbangkan akan sangat berarti. 


“Pemerintah untuk lebih peka terhadap buruh, karena apa? Karena kesejahteraan negara ini pasti dari mulai dari buruh juga, bukan langsung dari pemerintah,” pungkas Ari. 


Belum usai penyampaian orasi dari mahasiswa, massa aksi dibubarkan secara paksa oleh Aparat Kepolisian. Pada pukul 17.30 WIB, massa dipukul mundur dengan water canon dan gas air mata tanpa aba-aba. 


Akibatnya, massa aksi terpecah ke berbagai arah. Sebagian mundur ke arah Gelora Bung Karno dan sebagian ke arah Slipi dan Pejompongan. 


Sejumlah jalan dan transportasi umum pun ditutup, termasuk Stasiun Palmerah. Hingga pukul 20.00 WIB, massa aksi masih berhadapan dengan gas air mata aparat di area Slipi. 




Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama